BINTANG DIPUCUK HIDUNG
Mungkin ini manusia yang mahir dalam bercinta,
tapi manusia dungu yang belajar cinta…
sering kali tersakiti dan menderita karenanya
bukan indah semata, sekilas khayalannya
tetapi kebahagiaannya lebih terasa
belajar…
belajar demi belajar,
bukan pelajaran formal maupun informal semata
mempelajari hidup orang lain dan ku berkaca darinya,
begitupun cinta
dari titik demi titik ku cermati,
dari bait tiap bait ku salami,
namun juga tersesat didalamnya,
kemarau yang melanda,
buatku dahaga di sepanjang musim,
sampai ku rindukan titik-titik air dipucuk hidung,
apa yang bisa ku teguk maka ku teguklah,
dari kumpulan-kumpulan embun pagipun maka jadilah,,
namun ketakmampuanku inilah yang harus jadi kaca hidupku,
tak perlu gentar!!
Harus tetap berusaha dan berdoa
Kupadukan titik-titik itu jadi jalanku,
Kurangkai bait-bait itu tuk petunjuk arahku…
Sampai ku temukan sinar bintang dipucuk hidung
Yang nantinya tak menyilaukan penglihatanku…
Dari segi keluh kesahku dalam hidup dan nestapa percintaan
Jangan pernah silau akan segala sesuatunya
Hidup adalah perjuangan
30 0KTOBER 2009

Posting Komentar