Background

Tak Pernah Kering...

Angin tlah menusup kekamarku,
mengoyak semua tubuh sampai tak berbentuk,
terus dan terus menerpa muka dan perhelai rambut mulai berjatuhan bergantian hujan,

sudah tak berisik, hujan tlah turun
air mulai merembes dari dinding,
terus dan terus penuh menyeka luka yang tak berbentuk jadi membekas,

dengan hujan ia berani datang tanpa bekas penghianatan,
terus dan terus menghujan dikaki,

aarghh cinta!

Lukaku belum kering,
mungkin tahun depan,
dua tahun tiga tahun...

Pulang selagi hujan ini tak menjerembap tubuhmu.

Hujanpun mulai turun terus dan terus merembes dari dinding,
sudah sebatas nafas yang bisa kuhela,
kemudian mulai mencekik pada leher,
bibir,
penglihatan,
kemudian..
terus dan terus menenggelamkan tubuh dengan luka yang belum sempat ku keringkan untukmu...


Luka yang tak pernah kering--2010

Categories: Share