Background

BULAN BERPAGAR

Semalam bulan penuh berpagar awanawan berjalan
Di beranda peraduanku,
terlentang hampa di haribaan ranum gulita syahwatsyahwat cinta
Bermandikan keringatkeringat pekat,
kelelahan letih di betisku
Lepas…
Jauh…
Helaku…

Semilir angin sayupsayup dipelipis mata, dan kuncup melati dipucuk hidung
Wanginya melebihi parfummu
Dirimu bolehlah tak mengerti
Tapi rencana tlah tersusun buatmu
Piramida darah bertingkat
Tinggal tunggu tertanggal

Kabut berjalan sebentarsebentar,
Lalu terbit, lalu tenggelam
Intip dibalik celahcelah sinar redup waktu itu
Sekilas kan terlukis wajahwajahmu
Timbul bayanganmu
Dengan pesona samar remang pada malam temaram. Kuning keemasan
Kemudian sirna…

Kabut hitam berwarna jingga
Berselaput merah
Mendung disebelah ufuk timur
Kemudian barat tersenyum

Categories: Share