PERCANDAAN BELAKA
Daundaun pun menguning,mengering,
berjatuhan ditimpuk angin
lalu lepas dari rantingranting
Berpatahan sudah rantingranting
pada ranjang,makan malam kita
Dan angin pun merinth
Melirih perih
Terpekik sesak pada dada
Pekiknya nafasku tentang cinta waktu itu
Kan kuseka air matamu
Ku isap biar lenyap dan sirna tanpa sisa
Haruskah ada keseriusanmu
Kata kiasanmu
Ketika merah pada dirimu menyala-nyala
Saat ku berkata semua hanya percanda belaka

Posting Komentar