Sketsa berdarah
Guratan tirus diwajahmu masih lekat disketsaku,
senyuman yang tipis dengan mata sayu,dan
sedikit asap menyepul dibibirmu
penglihatanku tak mengubah sketsa itu,
kau masih dg mata sayu dan tipis pada bibir, gigil..
Hujan tlah mulai reda
kendaraan tibatiba hambur seperti angin
kau yg blum sempat aku lukis dg warna tlah hilang,
penglihatanku memencar pada sudutsudut jalan
dan pudar pada celah sempit dimana orangorang jadi penghimpit..
Kuturuni tangga hujan,
memecah celahcelah,
sketsaku terkapar penuh darah...
Orangorang tlah menghimpitku,
hingga membentuk celah dimana darah mengalir bersama hujan. . .

Posting Komentar